Tentang Kutitipkan Rindu pada Hujan
Kutitipkan Rindu pada Hujan
Dunia tak pernah adil pada anak-anak pejuang.
Laras, 12 tahun, harus menjadi tulang punggung keluarganya dalam semalam. Ibunya koma. Ayahnya kabur. Adiknya autis. Rumah kontrakannya digusur. Dan satu-satunya harta keluarga yang tersisa hanyalah selembar surat wasiat rahasia dari ayahnya.
Dari berjualan gorengan di lampu merah hingga tidur di shelter stasiun; dari pelecehan pria tak dikenal hingga dikurung di rumah amal yang ternyata neraka; dari demam berdarah yang hampir merenggut nyawanya hingga bertemu kembali dengan ayah yang kehilangan satu kaki—Laras merasakan semuanya.
Tapi pukulan terbesar datang ketika ibunya akhirnya sadar dari koma:
Buta total.
Hilang ingatan.
Tidak mengenali putrinya sendiri.
“Laras... nama yang bagus. Kamu anak siapa?”
Sebuah kalimat yang lebih menyakitkan daripada pukulan apa pun.
Berdasarkan kisah-kisah nyata anak-anak Indonesia yang tercecer di antara kemiskinan dan ketidakpedulian sistem, novel ini akan mengocok emosi Anda hingga tetes air mata terakhir.











