Tentang Naga Keris dari Gunung Cikidang
Bagas Langit Biru hanyalah pemuda pengembara pembawa keris tua yang tidak pernah ingin menjadi pahlawan. Ia hanya percaya pada satu hal: kekuatan bukan untuk menakuti orang, melainkan untuk melindungi mereka yang tidak mampu melindungi diri sendiri.
Namun sebuah keris bernama Naga Kidang membawanya pada jalan yang jauh lebih besar daripada yang pernah ia bayangkan.
Dari Gua Mulut Naga yang menyimpan tangisan anak-anak, hingga Danau Bening yang dikendalikan Ratu Nyala; dari Hutan Rimba Larung yang penuh kabut, hingga Pantai Selatan yang murka; Bagas harus menghadapi pasukan Gagak Hitam, bayangan kelam, dan musuh yang tidak dapat dibunuh karena lahir dari luka manusia sendiri.
Di tengah perjalanan itu, Bagas menemukan kebenaran yang mengguncang hidupnya: ia bukan anak yatim biasa. Ia adalah anak dari Ki Bayan, penjaga Pintu Kehidupan yang telah mengorbankan dirinya selama dua puluh tahun. Ia juga anak dari dua ibu—satu yang membesarkannya dalam diam, dan satu yang menunggunya selama bertahun-tahun di Rumah Cahaya.
Bersama Laras, gadis pemberani yang kehilangan segalanya, dan Raka, anak kecil yang dapat memanggil air, Bagas harus memilih:
Menutup Pintu Kehidupan dan menyelamatkan dunia, atau mempertahankan keluarganya?
Karena musuh terbesar tidak selalu datang dari kegelapan.
Kadang ia datang dari ketakutan, dendam, dan rasa bersalah yang terlalu lama dibiarkan tumbuh.










.webp)
