Tentang Sisa yang Tak Pernah Pulang
"Ada cerita yang tidak bisa kamu baca sambil duduk di kafe. Ada cerita yang memaksamu berhenti, menarik napas, dan merasa ada yang mencubit pelan di dada. Ini salah satunya."
SISA YANG TAK PERNAH PULANG
Nara kehilangan pekerjaan di pagi hari. Di sore yang sama, telepon mengabarkan ibunya masuk ICU. Sebelum ia sempat mengucapkan selamat tinggal dengan benar, dunia sudah berubah.
Tapi itu baru awal. Di lorong minimarket yang paling biasa, ia bertemu seseorang yang mengajarkannya bahwa hujan tidak selalu dingin.
Sampai ia sadar: hujan memang tidak dingin. Tapi waktu, kadang terlalu kejam. ๐ง๏ธ
Sebuah pertanyaan yang mungkin kamu tanyakan pada diri sendiri setelah selesai membaca:
"Apakah aku sudah cukup mengucapkan yang perlu diucapkan?"
Bukan cerita bahagia. Tapi cerita yang akan tinggal โ lama setelah kamu menutup halaman terakhir.
๐ Baca "Sisa yang Tak Pernah Pulang"
Hanya untuk yang berani merasa.











